Warga Trengguli Soroti Transparansi BUMDes dan Isu Pengisian Perangkat Desa, Kades Suhardono Belum Beri Konfirmasi!

BAGIKAN :

VERITAS,KARANGANYAR — Keluhan dan perbincangan mengenai pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) serta proses pengisian perangkat desa mencuat dari sejumlah warga Desa Trengguli, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar.

Perbincangan tersebut diketahui saat tim media melakukan kegiatan peliputan di wilayah Desa Trengguli pada Senin, 24 Agustus 2026. Saat itu, tim media berbaur dengan sejumlah warga yang sedang menunggu antrean pembagian beras Bulog.

Dalam perbincangan tersebut, salah seorang warga menyampaikan adanya sorotan terhadap pengelolaan BUMDes yang menurutnya perlu mendapat perhatian, khususnya berkaitan dengan transparansi pengelolaan dan informasi kepada masyarakat.

Selain persoalan BUMDes, warga juga menyinggung proses pengisian perangkat desa yang belum lama berlangsung di Desa Trengguli.

“Kalau di desa kami juga baru saja ada pengisian perangkat. Bahkan beredar isu, untuk pemilihan perangkat itu dengar-dengar sampai menghabiskan ratusan juta,” ujar salah seorang warga yang meminta identitasnya tidak disebutkan.

Pernyataan tersebut masih sebatas informasi dan perbincangan yang disampaikan warga kepada tim media. Hingga berita ini ditulis, belum terdapat data atau dokumen yang dapat memastikan kebenaran nominal maupun dugaan tersebut.

Tim Media Berupaya Konfirmasi

Untuk memperoleh informasi yang berimbang, tim media kemudian berupaya meminta konfirmasi langsung kepada Kepala Desa Trengguli, Suhardono, terkait persoalan BUMDes maupun perbincangan mengenai proses pengisian perangkat desa.

Saat tim media mendatangi kantor desa, Kepala Desa Suhardono tidak berada di tempat. Salah seorang perangkat desa menyampaikan bahwa kepala desa sedang mengantar istrinya pulang ke rumah.

Tim media kemudian menunggu beberapa saat di kantor desa. Namun, Kepala Desa Suhardono belum kembali.

Tim media selanjutnya mencoba menghubungi nomor telepon Kepala Desa Suhardono. Setelah beberapa kali melakukan panggilan, akhirnya komunikasi dapat tersambung.

Dalam komunikasi tersebut, tim media menyampaikan maksud untuk melakukan konfirmasi terkait pengelolaan BUMDes serta perbincangan warga mengenai proses pengisian perangkat desa.

“Iya Mas,” jawab Kepala Desa Suhardono saat dikonfirmasi.

Ketika ditanya mengenai keberadaannya, Suhardono menyampaikan bahwa dirinya sedang berada di Sragen, tepatnya di Desa Ngarum.

Tim media kemudian menanyakan perkiraan waktu kepulangannya ke Desa Trengguli untuk melakukan konfirmasi secara langsung.

“Belum tahu, Mas. Nanti saya kabari,” jawabnya.

Tim media kemudian menunggu kabar hingga sekitar pukul 15.00 WIB. Namun, hingga waktu tersebut belum ada informasi lanjutan mengenai waktu kedatangan Kepala Desa Suhardono.

Upaya komunikasi kembali dilakukan beberapa kali oleh tim media, tetapi belum memperoleh tanggapan.

Masih Menunggu Hak Jawab

Tim media menegaskan bahwa informasi mengenai dugaan persoalan BUMDes maupun isu biaya dalam proses pengisian perangkat desa masih memerlukan klarifikasi dan verifikasi lebih lanjut.

Oleh karena itu, tim media tidak menyimpulkan bahwa informasi yang beredar di masyarakat tersebut benar sebelum terdapat keterangan, data, maupun dokumen pendukung yang dapat diverifikasi.

Berita ini juga tetap memberikan ruang kepada Kepala Desa Trengguli, Suhardono, maupun pihak terkait lainnya untuk menyampaikan klarifikasi dan hak jawab.

Konfirmasi tersebut penting sebagai bagian dari prinsip keberimbangan dalam pemberitaan, sekaligus agar masyarakat memperoleh informasi yang utuh mengenai pengelolaan BUMDes dan proses pengisian perangkat desa di Desa Trengguli.

Tim media masih membuka ruang konfirmasi dan hak jawab dari Kepala Desa Trengguli, Suhardono, serta pihak-pihak terkait lainnya.

Tim/Red