Menu MBG di SMKN 1 Bulukerto, Wonogiri, Dipenuhi Belatung, SMSI Solo Raya Angkat Bicara!

BAGIKAN :

WONOGIRI, Veritas – Dugaan ditemukannya belatung dalam menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di salah satu sekolah di Kabupaten Wonogiri menjadi perhatian dan keprihatinan. Peristiwa yang disebut terjadi pada Senin (19/10/2026) tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kualitas makanan serta pengawasan dalam pelaksanaan program MBG.

Berdasarkan dokumentasi video berdurasi sekitar 21 detik yang beredar, tampak menu MBG yang akan dikonsumsi siswa diduga terdapat belatung. Temuan tersebut perlu segera ditindaklanjuti oleh pihak terkait untuk memastikan kondisi makanan, sumber permasalahan, serta pihak yang bertanggung jawab.

Koordinator Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Solo Raya, Warsito, bersama jajaran ketua SMSI se-Solo Raya, menyampaikan keprihatinan atas kejadian yang dilaporkan tersebut.

Warsito menilai persoalan keamanan dan kelayakan makanan bagi siswa tidak boleh dianggap sepele. Program MBG yang bertujuan mendukung pemenuhan gizi anak sekolah harus dijalankan dengan memperhatikan standar kebersihan, keamanan pangan, dan pengawasan yang ketat.

Ia juga mengapresiasi keberanian siswa yang mendokumentasikan dugaan kejadian tersebut melalui video. Dokumentasi itu diharapkan dapat menjadi bahan awal untuk melakukan pemeriksaan dan klarifikasi secara menyeluruh.

“Jika benar ditemukan belatung dalam makanan yang akan dikonsumsi siswa, hal ini tentu sangat memprihatinkan dan harus segera ditindaklanjuti. Keamanan makanan bagi anak-anak harus menjadi prioritas,” demikian inti keprihatinan atas peristiwa tersebut.

SMSI Solo Raya menegaskan akan terus melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait guna memperoleh informasi yang utuh dan berimbang. Langkah tersebut diperlukan agar pemberitaan tidak hanya berdasarkan dokumentasi yang beredar, tetapi juga mempertimbangkan penjelasan dari pihak sekolah, penyedia makanan, serta instansi yang berwenang menangani program MBG.

Minta Evaluasi dan Pemeriksaan
Dugaan temuan belatung dalam menu MBG ini diharapkan menjadi perhatian serius bagi pihak sekolah, penyedia makanan, serta instansi terkait. Pemeriksaan perlu dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat masalah dalam proses pengolahan, penyimpanan, pengemasan, maupun distribusi makanan.

Apabila dugaan tersebut terbukti, evaluasi dan tindakan sesuai ketentuan perlu dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.
Di sisi lain, pihak-pihak terkait juga perlu diberikan kesempatan untuk menyampaikan klarifikasi mengenai kejadian tersebut. Prinsip keberimbangan tetap penting agar masyarakat memperoleh informasi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

SMSI Solo Raya berharap pelaksanaan program MBG benar-benar memberikan manfaat bagi para siswa, bukan justru menimbulkan kekhawatiran mengenai keamanan makanan yang dikonsumsi setiap hari.

Hingga berita ini disusun, konfirmasi lebih lanjut dari pihak sekolah, penyedia makanan MBG, maupun instansi berwenang masih diperlukan. Perkembangan informasi akan disampaikan setelah keterangan resmi diperoleh.(Tim/Red)