Veritas,Solo — Keraton Surakarta Hadiningrat resmi menggelar prosesi Jumenengan untuk menobatkan KGPAA Hamangkunegoro Sudibya Rajaputra Narendra Mataram sebagai Sri Susuhunan Pakubuwono XIV, Upacara berlangsung secara tertutup di Ndalem Ageng Keraton, tanpa kehadiran media, dan hanya diikuti keluarga inti serta tamu undangan terbatas.
Prosesi penobatan digelar dalam suasana berkabung 40 hari atas wafatnya mendiang PB XIII. Karena itu, beberapa rangkaian adat yang biasanya hadir dalam jumenengan—seperti Tarian Bedhaya Ketawang—tidak ditampilkan. Gamelan dibunyikan di area luar kedaton, namun tidak dimainkan di dalam kompleks inti upacara.
Sejumlah tokoh penting, termasuk mantan Presiden Joko Widodo dan Sri Sultan Hamengkubuwono X, dijadwalkan menghadiri rangkaian jumenengan. Panitia juga menerapkan aturan busana khusus bagi tamu, termasuk larangan mengenakan motif batik parang yang memiliki makna simbolik tertentu dalam adat keraton.
Penobatan ini berlangsung di tengah kisruh suksesi di internal keluarga kerajaan. Selain Hamangkunegoro, KGPH Mangkubumi juga sebelumnya dinobatkan sebagai Pakubuwono XIV oleh sebagian anggota keluarga besar dalam sebuah rapat internal di Sasana Handrawina. Kondisi ini memicu dualisme kepemimpinan yang memanas dalam beberapa pekan terakhir.
Meski terdapat perbedaan pendapat, pihak penyelenggara jumenengan menegaskan bahwa proses penobatan telah dipersiapkan secara matang dan tetap harus dilaksanakan untuk menjaga keberlanjutan adat serta struktur kepemimpinan Keraton Surakarta. Sementara itu, pihak lain di internal keluarga menilai bahwa proses musyawarah terkait suksesi belum sepenuhnya tuntas dan masih memerlukan kesepakatan bersama.
Dengan berlangsungnya penobatan ini, Keraton Solo memasuki babak baru kepemimpinan, meski tantangan konsolidasi di internal keluarga besar masih menjadi sorotan utama masyarakat dan pemerhati budaya Jawa.
Senin,17 November 2025
Pewarta : Fandin putra
More Stories
Ketua Umum Forum Budaya Mataram (FBM) : Keraton Tetap Pada Paugeran Sebagai Punjering Budaya Jawa Yang Agung nan Luhur.*
Pemakaman Pakubuwono XIII di Astana Raja-Raja Mataram, Imogiri!