LONGSOR DI NGIPANG BERTAHUN-TAHUN DIBIARKAN, WARGA: PEMERINTAH DESA JANGAN TUTUP MATA!

BAGIKAN :

Veritas,Sragen — Warga Dukuh Ngipang RT 18, Desa Gawan, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen, menilai pemerintah desa terlalu lama membiarkan longsor yang menggerus akses jalan lingkungan mereka. Kerusakan yang sudah berlangsung bertahun-tahun itu hingga kini belum menunjukkan tanda penanganan nyata.

Di titik longsor, tebing jalan terus ambles tanpa penguat. Tanah runtuh sedikit demi sedikit, menyisakan jalan sempit yang bisa ambruk kapan saja. Saat hujan turun, warga mengaku rasa khawatir meningkat karena kondisi tanah menjadi semakin labil.

Ironisnya, jalur tersebut merupakan akses utama aktivitas warga. Anak sekolah, pekerja, hingga warga lanjut usia terpaksa melewati jalur rawan setiap hari. Namun ancaman yang jelas terlihat itu seolah tidak cukup mendesak untuk ditangani.

“Sudah lama rusak, tapi tidak pernah ada perbaikan. Setiap hujan kami deg-degan. Takutnya tiba-tiba ambles,” ujar seorang warga.

Warga menyebut laporan sudah berulang kali disampaikan, tetapi tidak pernah diikuti langkah konkret. Tidak ada talud penahan, tidak ada bronjong, bahkan tanda peringatan pun nyaris tak terlihat.

Kondisi ini memicu kekecewaan mendalam. Warga mempertanyakan keseriusan pemerintah desa dalam menentukan prioritas pembangunan, terutama yang menyangkut keselamatan masyarakat.

“Dana desa tiap tahun ada, tapi jalan kami tetap seperti ini. Jangan sampai harus ada korban dulu baru bergerak,” keluh warga lainnya.
Bagi masyarakat Ngipang, ini bukan soal proyek besar atau pembangunan mewah.

Mereka hanya menuntut hal paling mendasar: akses jalan yang aman dilalui.
Jika longsor terus diabaikan, bukan hanya jalan yang terancam putus, tetapi juga kepercayaan warga terhadap pemerintah desa.

Kini warga hanya bisa berharap pemerintah desa berhenti sekadar melihat dari jauh, dan benar-benar turun tangan sebelum bencana kecil yang dibiarkan ini berubah menjadi musibah besar.selasa 27 januari 2026

Pewarta; VIN