Veritas-Sukses kepemimpinan di Keraton Mataram Islam kerap di warnai intrik politik dan perebutan kekuasaan, sehingga berdampak pada isu perpecahan di internal keraton. Menilik sejarah masa lalu pada awal berdirinya keraton Mataram Islam di tanah Jawa, intrik kekuasaan juga berlangsung pada masa awal peralihan Pajang ke Mataram Islam.*
*Berlanjut di masa kepemimpinan berikutnya pasca Panembahan Senopati surud, intrik kekuasaan juga selalu ada dalam pergolakan tahta Mataram. Bahkan di masa kepemimpinan Sultan Agung Hanyakrakusuma, intrik politik dan kekuasaan juga mewarnai. Hanya saja sebagai raja agung yang memiliki wibawa di mata rakyat, intrik dan persolan tersebut mampu di selesaikan dengan bijak sehingga tidak merusak kewibawaanya.*
*Namun di masa kepemimpinan Amangkurat intrik politik dan kekuasaan pecah, sehingga terjadi perebutan kekuasaan di internal keluarga istana.*
*Intrik politik dan perebutan kekuasaan di keraton Mataram Islam seakan selalu mewarnai tiap kali terjadi suksesi kepemimpinan. Sejak Keraton Mataram di Kerta, Plered, Kartasura hingga perpindahanya ke Surakarta, intrik perebutan kekuasaaan kerap mewarnai isu suksesi di lingkungan istana.*
*Bahkan pada masa peralihan dari Pemerintahan Kerajaan ke Republic, intrik dan isu perebutan kekuasaan selalu mewarnai suksesi raja di dalam Keraton Mataram Islam. Meski kedudukan keraton tersebut saat ini hanya sebatas pemangku adat dan budaya Jawa, namun keberadaan keraton sampai kapanpun tetap masih di butuhkan oleh bangsa ini.*
*Demikian di sampaikan oleh BRM. Dr. Kusuma Putra, S.H,.M.H menyikapi isu suksesi pasca surudnya Sinuhun PB XIII di Keraton Kasunanan Surakarta.*
*Ketua Umum Forum Budaya Mataram dan Dewan Pemerhati dan Pelestari Seni Budaya Indonesia menyampaikan, suksesi adalah sebuah keniscayaan yang harus di hadapi, namun jangan sampai persolan tersebut menjadi penghambat keberlangsungan sejarah dan pelestarian budaya jawa di Keraton Kasunanan Surakarta.*
*Sebagai salah satu keraton yang memiliki legitimasi di mata dunia, Keraton Kasunanan adalah bagian dari Negara Republik Indonesia, seperti dalam maklumat Sinuhun PB XII bahwa Negari Surakarta Hadiningrat berada di belakang Republik Indonesia.*
*Maklumat tersebut dapat dimaknai, bahwa Keraton Kasunanan Surakarta tidak hanya turut serta mewujudkan kemerdekaan, tetapi bagian dari negara yang membentuk karakter dan nilai jatidiri bangsa, itu yang lebih utama harus di jaga.*
*Sehingga atas dasar pemaknaan tersebut maka sebagai pemangku adat dan budaya jawa, keraton memiliki tangung jawab lebih utama yaitu, menjaga tradisi, adat dan budaya jawa.*
*Kepentingan utama yang jauh lebih besar ini hendaknya menjadi pemikiran bersama seluruh keluarga dan kerabat istana, tak terkecuali pemerintah dan masyarakat. Maka atas dasar alasan tersebut, isu kepentingan pribadi dan kekuasaan hendaklah dapat di hindarkan, agar Keraton tetap pada paugeran sebagai punjer budaya jawa yang agung nan luhur.*
*Keberlangsungan keraton sebagai pemangku adat dan budaya tak bisa lepas dari peran pemerintah selaku pengendali negara, baik melalui kebijakan maupun anggaran perawatan dan pelestarian. Oleh karena itu, kepedulian negara pada Keraton Kasunanan harus di wujudkan secara nyata, mengingat begitu besar peran Keraton Kasunanan Surakarta terhadap berdirinya Republik Indonesia.*
*Keraton Surakarta Hadiningrat adalah warisan Kebudayaan Jawa, Simbol Peradaban dan Pusat Nilai Adiluhung yang telah Bertahan Ratusan Tahun*
*Karena itu, Penentuan seorang Raja di Lingkungan Keraton Surakarta bukanlah Perkara sederhana, Melainkan leputusan besar yang menyangkut Martabat dan Keberlanjutan Dinasti Mataram Suralarta.*
*Untuk mengembalikan kembali kejayaan adat, tradisi, budaya yang ada di dalam Keraton Kasunanan Surakarta, Pemerintah harus membantu Keraton Kasunanan kembali meraih cita cita tersebut.*
*Kejayaan yang harus di capai bukan sekedar seremonial tradisi dan budaya belaka, melainkan nilai nilai dalam tradisi dan budaya tersebut yang menjadi tujuan utama untuk pembangunan karakter jati diri para generasi muda.*
*Di tengah hantaman budaya luar yang kian serius menyerang bangsa ini, penguatan nilai nilai dalam tradisi dan budaya menjadi pokok yang harus di kuatkan. Agar generasi bangsa ini tetap sebagai bangsa timur yang menjunjung tinggi etika, moral dan budi pekerti.*
*Surakarta-BRM.Dr.Kusumo Putro SH.MH.*
*Ketua Forum Budaya Mataram (FBM) dan Dewan Pemerhati dan Penyelamat Seni Budaya Indonesia (DPPSBI).
Senin,10 November 2025
Pewarta : Surya
More Stories
Penobatan Raja Baru Keraton Solo Digelar di Tengah Kisruh Suksesi!
Pemakaman Pakubuwono XIII di Astana Raja-Raja Mataram, Imogiri!