Veritas. Kopenhagen, 4 Oktober 2025 – Serangkaian insiden di Selat Denmark yang melibatkan kapal perang Rusia telah memicu kekhawatiran serius di kalangan otoritas Denmark. Badan Intelijen Pertahanan Denmark melaporkan bahwa kapal perang Rusia berulang kali berlayar di jalur bertubrukan, mengarahkan senjata ke kapal angkatan laut Denmark, dan diduga mengganggu sistem navigasi di perairan strategis yang menghubungkan Laut Baltik dengan Laut Utara. Insiden ini meningkatkan ketegangan di kawasan Baltik, yang telah tegang sejak invasi Rusia ke Ukraina pada 2022.
Direktur Badan Intelijen Pertahanan Denmark, Thomas Ahrenkiel, dalam konferensi pers yang dilansir Reuters, menyatakan bahwa kapal perang Rusia telah menunjukkan pola perilaku agresif. “Kami mencatat beberapa insiden di Selat Denmark, di mana helikopter dan kapal angkatan laut Denmark menjadi sasaran radar pelacak dan secara fisik diarahkan dengan senjata oleh kapal perang Rusia,” ujarnya. Ia juga menyoroti bahwa kapal-kapal Rusia kerap berlayar di jalur berlawanan dengan kapal Denmark, menciptakan situasi berisiko tinggi.
Selat Denmark, sebagai jalur pelayaran internasional yang sibuk, sering dilintasi kapal militer Rusia yang biasanya dikawal oleh angkatan laut Denmark. Namun, laporan terbaru mengindikasikan bahwa kapal perang Rusia menggunakan sonar dan peralatan pengacau sinyal, yang diduga menyebabkan gangguan GPS ekstensif di wilayah tersebut. “Sangat mungkin mereka, setidaknya pada satu kesempatan, mengacaukan sinyal navigasi,” tambah Ahrenkiel.
Baca juga : Buronan Korupsi Pengadaan Sapi Kaimana Ditangkap Kejati Papua Barat
Badan intelijen Denmark menilai bahwa tindakan Rusia ini merupakan bagian dari strategi perang hibrida yang bertujuan menekan negara-negara Barat tanpa memicu konflik terbuka. Salah satu kekhawatiran utama adalah aktivitas “armada bayangan” Rusia—jaringan tanker minyak yang digunakan untuk menghindari sanksi Barat terkait ekspor minyak Rusia. Ahrenkiel mencatat bahwa kapal perang Rusia telah berlabuh di perairan Denmark selama lebih dari seminggu, kemungkinan sebagai sinyal kesiapan Moskow untuk campur tangan jika Denmark berupaya menghambat pergerakan armada tersebut.
Ketegangan di kawasan Baltik juga meningkat setelah serangkaian insiden lain, termasuk pelanggaran wilayah udara, penampakan drone, dan kerusakan infrastruktur kritis seperti kabel bawah laut dan pipa gas. Pada Mei 2025, Estonia mencegat kapal tanker minyak yang diduga bagian dari armada bayangan Rusia, yang memicu respons militer dari Rusia berupa pengerahan jet tempur.
Sebagai pendukung setia Ukraina dalam konflik dengan Rusia, Denmark telah meningkatkan anggaran militernya dan berkomitmen untuk mengembangkan senjata presisi jarak jauh yang mampu menjangkau target di wilayah Rusia. Langkah ini mencerminkan kewaspadaan Kopenhagen terhadap ancaman yang semakin nyata di kawasan Baltik.
Namun, Moskow membantah tuduhan keterlibatan dalam serangan hibrida. Presiden Rusia Vladimir Putin, dalam pernyataan pada Kamis, menepis kekhawatiran bahwa Rusia menargetkan anggota NATO sebagai “omong kosong” dan bercanda bahwa ia tidak akan lagi menerbangkan drone di atas Denmark.
Insiden di Selat Denmark menyoroti kerentanan jalur pelayaran penting ini, yang menjadi penghubung vital bagi perdagangan dan pergerakan militer antara Laut Baltik dan Laut Utara. Tindakan provokatif Rusia, termasuk penggunaan peralatan pengacau sinyal, meningkatkan risiko kesalahan perhitungan yang dapat memicu eskalasi lebih lanjut.
Para analis menilai bahwa Rusia memanfaatkan kehadiran militernya untuk menguji reaksi Barat, sekaligus menegaskan pengaruhnya di kawasan Baltik. Sementara itu, Denmark dan sekutu NATO-nya terus memperkuat postur pertahanan untuk menghadapi ancaman hibrida yang semakin kompleks.
Dengan ketegangan yang terus berlanjut, komunitas internasional mengamati perkembangan di Selat Denmark dengan cermat, mengingat potensi dampaknya terhadap stabilitas regional dan keamanan global.
Pewarta : Setiawan Wibisono
1 thought on “Ketegangan di Selat Denmark: Kapal Perang Rusia Picu Kekhawatiran Eskalasi”