BUMDes Gawan Tidak Lagi Beroperasi, Pengelolaan Dana Ketahanan Pangan Jadi Sorotan Warga!

BAGIKAN :

Veritas,Sragen-BUMDes Gawan yang sebelumnya dikenal sebagai salah satu penggerak ekonomi warga Desa Gawan, saat ini tidak lagi menunjukkan aktivitas operasional sebagaimana biasanya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari warga, sejumlah fasilitas yang sebelumnya digunakan untuk kegiatan BUMDes seperti rak toko, tabung gas 3 kilogram, etalase, hingga komputer kasir disebutkan tidak lagi berada di lokasi. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan di kalangan masyarakat terkait keberlanjutan pengelolaan BUMDes.

Salah satu warga yang enggan disebutkan identitasnya dan diinisialkan PN menyampaikan bahwa kritik yang disampaikan merupakan bentuk kepedulian terhadap keterbukaan informasi kepada masyarakat. Ia berharap adanya penjelasan yang transparan terkait kondisi BUMDes saat ini.

Selain itu, perhatian warga juga tertuju pada penggunaan dana ketahanan pangan yang bersumber dari Dana Desa tahun 2025 sebesar Rp175.963.000 yang dialokasikan untuk program penanaman padi Musim Tanam 1 (MT1) tahun 2026.

Berdasarkan informasi yang beredar di masyarakat, dari total anggaran tersebut, sekitar Rp100 juta disebut dialokasikan untuk sewa lahan seluas 2,5 hektare, sementara sisanya sekitar Rp75.963.000 digunakan untuk kebutuhan biaya tanam hingga panen dalam satu musim.

Namun demikian, hingga saat ini, warga menyatakan belum mengetahui adanya laporan resmi yang disampaikan kepada masyarakat terkait hasil maupun pertanggungjawaban kegiatan tersebut. Kondisi ini mendorong harapan masyarakat agar pihak terkait dapat memberikan penjelasan secara terbuka guna menjaga transparansi dan kepercayaan publik.

Sebelum berita ini ditayangkan, pihak redaksi telah berupaya melakukan konfirmasi kepada Pemerintah Desa Gawan. Namun hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh tanggapan resmi. Redaksi tetap membuka ruang klarifikasi bagi pihak terkait untuk memberikan penjelasan lebih lanjut.Rabu 1/4/26 (Bam)