Veritas,Wonogiri– Jembatan Balong, jembatan kayu peninggalan kolonial Belanda yang dibangun pada 1918, hingga kini masih berdiri kokoh dan tetap dimanfaatkan warga sebagai jalur alternatif penghubung antarwilayah di Kabupaten Wonogiri. Jembatan tersebut berada di Dusun Sukosari, Desa Kudi, Kecamatan Batuwarno, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.
Jembatan bersejarah ini digunakan masyarakat, khususnya warga Kecamatan Batuwarno dan Kecamatan Karangtengah, untuk menuju Kecamatan Nguntoronadi maupun Kota Wonogiri dengan jarak tempuh yang lebih singkat tanpa harus melalui jalur Kecamatan Baturetno.
Selain itu, jembatan ini juga dimanfaatkan warga Desa Sumberagung dan Desa Ronggojati yang hendak menuju Kecamatan Tirtomoyo, maupun sebaliknya.
Keberadaan Jembatan Balong masih dipertahankan karena memiliki fungsi penting dalam mendukung aktivitas warga sehari-hari, terutama sebagai akses alternatif yang dinilai lebih efisien.
Di samping nilai fungsionalnya, jembatan tersebut juga memiliki nilai sejarah karena merupakan peninggalan masa kolonial yang masih bertahan hingga sekarang.
Secara konstruksi, Jembatan Balong terbuat dari kayu jati yang telah dihaluskan dan dibentuk menjadi balok-balok, kemudian dipasang di atas rangka besi serta diperkuat menggunakan sekrup.
Setelah dilakukan penambahan material kayu, lebar jembatan kini mencapai sekitar empat meter, sehingga masih dapat dilalui masyarakat dengan aman.
Hingga saat ini, Jembatan Balong tidak hanya menjadi saksi sejarah, tetapi juga tetap berperan penting sebagai penghubung mobilitas warga di sejumlah wilayah Wonogiri.
Masyarakat berharap jembatan tersebut terus mendapatkan perhatian dan perawatan agar tetap aman digunakan.Senin 23 Maret 2026
Pewarta : Team Redaksi
More Stories
Pemudik Diminta Waspadai Jalan Rawan di Kabupaten Sragen!
Empat Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Hasil Seleksi Terbuka 2026 Dilantik Bupati Sragen!
Pengurus BPD Kabupaten Sambangi Tiga Desa Jelang Pelaksanaan Pilkades PAW!